Personal statement sering menjadi penentu antara pelamar yang diterima dan yang ditolak, terutama saat nilai akademik antar kandidat tidak jauh berbeda. Berikut panduan menulis personal statement yang efektif dan jujur menggambarkan diri Anda.

1. Mulai dengan Momen, Bukan Klise

Hindari pembuka klise seperti "Sejak kecil saya bercita-cita...". Mulailah dengan momen konkret yang menunjukkan ketertarikan Anda pada bidang studi, misalnya pengalaman proyek, magang, atau masalah nyata yang ingin Anda pecahkan.

2. Hubungkan Pengalaman dengan Jurusan yang Dituju

Admisi ingin melihat benang merah antara pengalaman Anda dan alasan memilih jurusan tersebut. Jelaskan bagaimana pengalaman itu membentuk minat dan tujuan akademik Anda ke depan.

Personal statement yang kuat bukan tentang pencapaian terbanyak, tetapi tentang cerita yang paling jujur dan spesifik.

3. Tunjukkan Riset tentang Kampus Tujuan

Sebutkan mata kuliah, laboratorium, atau dosen tertentu yang relevan dengan minat Anda di kampus tersebut. Ini menunjukkan keseriusan dan riset yang sudah Anda lakukan.

4. Jaga Struktur agar Mudah Diikuti

  • Paragraf pembuka: momen atau motivasi awal
  • Paragraf isi: pengalaman relevan dan pembelajaran yang didapat
  • Paragraf penutup: tujuan setelah lulus dan kontribusi yang ingin diberikan

5. Hindari Kesalahan Umum

Jangan mengulang isi CV secara mentah, hindari kalimat generik yang bisa dipakai siapa saja, dan selalu cek ulang tata bahasa sebelum submit. Mintalah orang lain membaca draft Anda untuk mendapatkan masukan objektif.

Kesimpulan

Personal statement yang baik lahir dari proses menulis ulang berkali-kali. Tim Scholar.id membantu Anda menajamkan cerita dan struktur esai agar benar-benar mencerminkan potensi terbaik Anda di mata admisi kampus.